Go to Top
  • No products in the cart.

Menggugat Manusia Konstitusi

Menggugat Manusia Konstitusi
Daniel Zuchron 

Amandemen Konstitusi (UUD 1945) yang dilakukan pada masa Orde Reformasi berupaya mengevaluasi dan merevisi kehidupan politik pada zaman Orde Baru. Isu-isu penataan kekuasaan, hubungan negara dan rakyat, serta sejumlah isu besar yang mendasar banyak yang diubah mengikuti spirit reformasi.

Ternyata perubahan tersebut telah menambah banyak kosakata baru tentang konsep manusia. Manusia disebutkan dalam beberapa macam kosakata yaitu rakyat (people), warga negara (citizen), penduduk (resident), orang (person), manusia (human), masyarakat (community), bangsa (nation), dan umat manusia (humankind). Apa perbedaannya? Kenapa mesti ditulis dengan kosakata yang berbeda?

Istilah-istilah dalam Konstitusi tidak sekadar kata-kata, namun bermakna luas dan dalam sebagai dasar dan fondasi sistem kehidupan suatu negara. Oleh karena itu, dalam konteks masa kini penting untuk mengedepankan persoalan makna kata dan istilah secara filosofis. Pentingnya mengedepankan makna filosofis karena filsafat berkedudukan sebagai penguji atas keberadaan ilmu-ilmu.

Dalam kerangka teori, konsep masing-masing kata tersebut memiliki makna yang berbeda, tetapi dalam kerangka praktis sulit menunjukkan realitasnya. Perbedaan yang tampak bisa dijelaskan dalam hal jumlah (kuantitas) dan kualitas. Misalnya, istilah masyarakat menunjukkan lebih banyak individu manusia, istilah penduduk menekankan aspek domisili teritorial, istilah rakyat lebih menekankan aspek orang kebanyakan.

Buku ini merupakan hasil kajian penulis, seseorang yang belajar filsafat, tentang konsep manusia dalam Konstitusi. Ditulis berdasarkan tesis hasil penelitian penulis dalam rangka menyelesaikan Program Magister Ilmu Agama Islam (PMIAI) di The Islamic College for Advanced Studies (ICAS) – Universitas Paramadina Jakarta.

Dalam kajiannya penulis mengurai terapan filsafat Islam atas Konstitusi tentang konsep manusia. Misalnya, dalam persoalan tafsir konstitusi dalam judicial review. Seperti diketahui Mahkamah Konstitusi sudah menjadi tempat pencarian keadilan yang baru dalam kerangka menguji konstitusionalitas undang-undang terhadap Konstitusi Indonesia. Ternyata filsafat dapat menyederhanakan masalah di antara beragam konsep manusia dalam Konstitusi Indonesia sebagai sumbangan konkret atas ilmu-ilmu sosial.

Harga Buku Rp 85.000
                       Rp 55.000

Tebal buku

Pengiriman;
Jakarta, dapat menggunakan Go Send
Luar Jakarta, Ongkos Pengiriman Bergantung Jarak

Untuk detil pemesanan sila hubungi 
Erik Kurniawan (0819 3293 0908/WA)

 

288 total views, 2 views today

About Admin SPD

Sindikasi Pemilu dan Demokrasi -- Kanal ide, gagasan, dan pemikiran tentang pemilu, pemerintahan, dan demokrasi Indonesia

Leave a Reply