Go to Top
  • No products in the cart.

Dapil DPR RI dan DPRD 2014

Daerah Pemilihan (Dapil) merupakan perangkat sistem pemilu  yang terpenting dan kerap menjadi persoalan. Penetapan dapil berpengaruh langsung terhadap satu sistem pemilu, hubungan antara jumlah penduduk/suara dengan kursi,  jumlah wakil rakyat yang pantas mewakili satu dapil dan peluang satu partai politik untuk memperoleh kursi. Lewat dapil bisa pula diarahkan dan dikendalikan pembagian representasi politik, keterwakilan perempuan, sistem kepartaian, efektivitas pemerintahan, money politics dan sebagainya. Maka, daerah pemilihan selayaknya menjadi bahan perdebatan penting manakala  merancang, merevisi, mengawasi atau menilai satu sistem pemilu.

Yang terpenting, kata begawan pemilu dunia, Dieter Nohlen, dapil tidak dapat kekal ditetapkan. Migrasi penduduk/pemilih, pemekaran wilayah, prinsip keterwakilan dan sebagainya,  menuntut penyesuaian dapil atau modifikasi jumlah kursi parlemen. Biasanya, alasan klasik penganak emasan satu dapil berangkat dari pengedepanan daerah pedalaman (malapportionment), yang tentunya bertabrakan dengan prinsip demokrasi (satu orang satu suara satu nilai)

Sila baca lebih lanjut dan unduh

*Materi ini disampaikan pada diskusi di Bawaslu 4 April 2016

960 total views, 2 views today

About Admin SPD

Sindikasi Pemilu dan Demokrasi -- Kanal ide, gagasan, dan pemikiran tentang pemilu, pemerintahan, dan demokrasi Indonesia

Leave a Reply