Go to Top
  • No products in the cart.

METODE PENGHITUNGAN PEROLEHAN SUARA-KURSI PARTAI POLITIK

Terkait dengan isu metode konversi suara ke kursi atau Penghitungan Suara-Kursi Partai Politik, perlu diberikan catatan tersendiri. Berdasarkan usulan yang ada, hingga saat ini tersedia 3 (tiga) Metode Penghitungan Perolehan Suara-Kursi Partai Politik, yaitu:

  1. Metode Kuota Hare/Niemeyer/Hamilton-LR seperti yang kita pakai dalam pemilu saat ini.
  2. Metode Divisor Sainte Laguë Murni (Bilangan Pembagi adalah bilangan ganjil 1,3,5,7,…. dst) dan
  3. Metode Divisor Sainte Laguë Modifikasi (Bilangan Pembagi dimulai dengan angka 1.4, 3, 5,7,…dst).[1]

Ketiga metode di atas diusulkan karena menjadi jawaban cara penghitungan perolehan suara yang proporsional, adil, tidak berat sebelah baik bagi partai besar, menengah ataupun kecil. Namun satu yang dilupakan adalah, usulan metode penghitungan ini hanya menyertakan cara ataupun simulasi penghitungannya saja, tanpa dilengkapi kriteria maupun ukuran untuk menilai apakah metode penghitungan tersebut proporsional atau tidak, atau bahkan proporsional dibanding yang mana.

Untuk lebih lengkapnya silakan diunduh artikel pada tautan di bawah ini.

METODE PENGHITUNGAN PEROLEHAN SUARA

 

[1] Disebut juga Metode Skandinavia. Metode ini digunakan di Denmark untuk memilih anggota Folketing (DPR).

1,426 total views, 1 views today

, ,

About Admin SPD

Sindikasi Pemilu dan Demokrasi -- Kanal ide, gagasan, dan pemikiran tentang pemilu, pemerintahan, dan demokrasi Indonesia

Leave a Reply