Go to Top
  • No products in the cart.

Sistem Pemilu dan Korupsi

Masalah yang muncul akibat penerapan sistem proporsional terbuka (open lists) di berbagai negara, memunculkan problema yang sama. Mengendurnya hubungan partai dengan kandidat, merupakan salah satu yang utama. Baik Indonesia maupun negara-negara lain yang menerapkan sistem proporsional terbuka mengidamkan hadirnya akuntabilitas setelah wakil rakyat dipilih langsung. Tapi, hadir tidaknya akuntabilitas masih menjadi pertanyaan besar, sementara berbagai efek samping sudah kadung terjadi.

Terpisah jarak ribuan kilometer, problem yang terjadi di Indonesia yang ada di Asia Tenggara, juga terjadi di Brasil yang berada di Amerika Latin. Sistem proporsional terbuka membuat hubungan kandidat dengan partai melemah. Sejak masa kampanye, kelemahan ini sudah menciptakan problem. Di Indonesia maupun Brasil, para kandidat wakil rakyat kemudian menanggung dana kampanye sendiri. Untuk Indonesia, kasus ini memperburuk akuntabilitas dana kampanye. Sebab, dana kampanye yang dikeluarkan para wakil rakyat ini, kebanyakan tak dilaporkan kepada partainya untuk dicatat sebagai pengeluaran dana kampanye partai.

Sistem Pemilu dan Korupsi

 

937 total views, 1 views today

About Admin SPD

Sindikasi Pemilu dan Demokrasi -- Kanal ide, gagasan, dan pemikiran tentang pemilu, pemerintahan, dan demokrasi Indonesia

Leave a Reply